Detik.com

Jakarta, Banyak benda bernilai seni yang bagus terlihat saat berkeliling antara jejeran booth yang ada di Local Fest 2014. Mulai dari […]

Detik.com

Jakarta, Banyak benda bernilai seni yang bagus terlihat saat berkeliling antara jejeran booth yang ada di Local Fest 2014. Mulai dari tas, kaos, kemeja, aksesori. Salah satu yang mencuri perhatian
adalah booth bernama Kamalika.

Beberapa tas tangan dengan model sederhana, tampak sangat apik dan unik dipandang. Pasalnya, tas-tas ini dilukis pada bagian depannya. Menarik sekali!
Pembuat dari Kamalika sendiri adalah perempuan bernama Winarti Handayani. Dengan gaya yang sederhana ia bahkan mau berbagi soal ide kreasi sampai kepeduliannya soal seni dan anak-anak.

Perempuan berusia 35 tahun ini menjelaskan bahwa memang ia sudah sejak usia dini memiliki bakat dan minat terhadap dunia seni lukis.

Waktu masih terbilang muda, lulusan desain produk dari Rhode Island School of Design di Amerika Serikat ini suka melukis ‘plein-air’. “Yaitu melukis di luar ruang sambil travelling. Juga membuat lukisan cat minyak dan akrilik ukuran besar-besar, membuat ilustrasi untuk buku anak juga,” ujarnya kepada detikHOT (4/2/2014).

Setelah ia memiliki seorang anak pada tahun 2010 silam, Winarti mengaku kecintaannya pada melukis tetap ada. Namun waktu dan kondisinya yang hampir tidak memungkinkan.

“Makanya mulai menggiatkan menggambar yang kecil-kecil dengan cat air yang bisa dilakukan di antara waktu mengasuh anak.”

Dari hobi yang masih berlanjut tersebut, Winarti akhirnya memberanikan diri untuk mengumpulkan gambar-gambarnya dan membuat kartu ucapan dari lukisannya pada akhir 2011.

“Lalu, ada bazar saya ikut, ternyata orang-orang sangat mengapresiasi kartu saya. Dari situ mulailah perjalanan Kamalika Artprints,” kata Winarti. Dari situ ia mulai giat membuat dan menjual produk Artprint seperti kartu ucapan, notes, hiasan dinding, tas, pouch atau dompet.

Ide artprints atau lukisan yang dibuat menjadi materi cetak dengan kualitas bagus ini, dijelaskan oleh Winarti, agar seni bisa dimiliki dengan harga yang lebih bisa dijangkau.

“Saya merasa bahwa orang Indonesia kebanyakan hidupnya jauh dari karya seni. Apalagi anak-anak, kalau mau dicari karya seni untuk anak-anak di Indonesia ini hampir tidak ada. Maka saya ingin sekali anak-anak bisa menikmati seni buatan Indonesia, dengan karakter-karakter yang tidak selalu harus Disney.”

Harga yang dibanderol, untuk kartu mulai Rp. 7 ribu hingga Rp. 35 ribu. Sementara untuk tas dandompetnya mulai Rp. 100 hingga Rp. 800 ribu.

Lukisan ini, meski tampak seperti dilukis pada setiap benda seperti tas atau kartu sebenarnya tidak, lukisan Winarti dibuat menjadi materi cetak dan di-print dengan kualitas bagus.

Itulah makna dari artprints sendiri, namun untuk tas ataupun dompet yang berbahan kanvas, ia menggunakan sebuah tinta khusus kain, agar bisa dicuci dengan mudah.

Idenya sendiri ia akui bisa datang dari mana saja. “Bisa dari sesuatu yang sesederhana profile picture teman di ponsel, juga dari anak-anak saya. Dari cara berpikir anak, juga percakapan dan cerita-cerita yang kami baca bersama,” ujarnya.

Winarti paling senang jika bertemu pelanggan yang apresiatif terhadap kreasinya ini. Ia mengaku banyak pelanggannya yang datang dari kalangan usia 18 sampai 50 tahun dan terutama ibu-ibu muda sangat menghargai hasil guratan tangannya.

“Di era yang semua serba digital, menggambar amat dibantu dengan komputer, tapi guratan tangan, ketidaksempurnaan dari coretan hasil gambar tangan tetap tidak bisa secara sempurna ditiru oleh program desain manapun.”

Kini produk dari Kamalika dijual di beberapa gerai, seperti Dharmawangsa Square Citywalk, Temple Trees di Senopati, Alun-Alun Indonesia, Chic Mart dan BIKA di Kemang.

(ass/utw)